10 Jan 2019

Mungkin kakek-nenek atau ayah dan ibu kita pernah tahu bahkan merasakan naik kendaraan umum yang disebut Helicak (ejaan lama: Helitjak). Ya, ia sejenis motor roda tiga atau sebut saja becak tapi menggunakan mesin motor.

Mirip seperti becak, dua roda di depan dengan kabin penumpang, dan roda satunya di bagian belakang. Pengemudi Helicak juga sama kayak becak, duduk di belakang kabin penumpang.

Helicak sendiri adalah gabungan dari kata ‘Helikopter’ dan ‘Becak’. Kenapa helikopter ya? Karena bentuk kabin penumpangnya membulat mirip dengan bentuk helikopter zaman dahulu.

Fakta unik lainnya adalah, Helicak ini menggunakan sasis dan mesin serta bodi belakang dari Lambretta.

Iya, Helicak ini menggunakan Lambretta yang dimodifikasi menjadi kendaraan umum dan beroperasi di Jakarta sekitar tahun 1971. Helicak ada saat pemerintahan Gubernur Ali Sadikin sebagai pengganti becak yang dianggap tidak manusiawi.

Untuk desain bagian belakang, Helicak tidak mengubah desain Lambretta. Hanya bagian depan saja yang ditambahkan kabin untuk penumpang.

Kabinnya sendiri dibuat dari bahan fiberglass dengan rangka besi. Basis mesin 150 cc dan rangka Helicak diambil dari Tri Lambretta yang sengaja diimpor dari Italia.

Namun begitu, berbagai sumber mengatakan, akibat kesulitan dalam perawatan, faktor keselamatan, serta tidak konsistennya pemerintah setempat waktu itu dalam penyediaan transportasi umum membuat nasib Helicak yang ditenggarai hanya 400 unit ini menjadi tak jelas.

Arsip-Indonesia

Lama-kelamaan spesies ini menghilang. Dan bahkan tahun 1987, pemerintah DKI melarang operasi Helicak.  Kini keberadaan Helicak sulit ditemukan. Sempat terlihat menjadi salah satu koleksi berharga para pencinta skuter.