18 Nov 2018

Jawa, salah satu merek motor klasik Eropa ini seperti dilahirkan kembali. Berasal dari Republik Ceko, Jawa kini diproduksi dan resmi dijual di India sejak 15 November kemarin.

Merek Jawa kini dipegang oleh Classic Legend Pvt. Ltd. Sebuah perusahaan yang berada di bawah bendera Mahindra Group. Mahindra Group memegang beberapa merek otomotif termasuk rumah desain Pininfarina.

Jawa yang sebelumnya berhenti produksi sekitar 22 tahun yang lalu ini, kini ditawarkan dalam dua model, Jawa dan Jawa 42. Satu lagi model Jawa yang akan segera diluncurkan adalah Jawa Perak (model bobber).

Jawa menggunakan dapur pacu berkapasitas 293 cc satu silinder berpendingin cairan dengan transmisi 6 percepatan. Ia diklaim mampu mengeluarkan tenaga hingga 27 dk dan torsi 28 Nm.

Bentuk Jawa ini mempertahankan model klasik, namun dengan sentuhan modern. Bergaya retro klasik, Jawa diklaim memenuhi standar emisi India. Suspensi bagian depan sudah menganut teleskopik dan yang belakang suspensi kembar.

Sistem pengereman sudah dilengkapi cakram ukuran 280 mm (depan) dengan teknologi ABS. Rem belakang masih menggunakan tromol.

Model Jawa ditawarkan dalam tiga warna yakni hitam, abu-abu dan merah marun. Sedangkan untuk Jawa 42, ditawarkan dalam enam pilihan warna yakni Halley Teal, Galactic Green, Starlight Blue, Lumos Lime, Comet Red dan Nebula Blue.

Model lain yang akan juga diluncurkan selanjutnya adalah Jawa Perak. Jawa Perak punya desain bodinya bergaya custom bobber yang akan dilansir tahun depan.

Perbedaannya dari model Jawa, Jawa Perak punya kapasitas mesin yang lebih besar, ia menggunakan dapur pacu berkapasitas 334 cc dengan tenaga 30 daya kuda dan torsi maksimum di angka 31 Nm. Jawa Perak juga mengandalkan suspensi monoshock, dengan desain sasis yang berbeda.

Oya, sedikit info saja, nama Jawa sebenarnya tak ada hubungan  dengan pulau Jawa di Indonesia. Jawa sendiri diambil kombinasi nama pendirinya, Frantisek Janecek serta pabriknya Wanderer. Janecek and Wanderer, menjadi Jawa.

Di India, Jawa 42 dijual mulai 155.000 Rupee atau sekitar Rp 31 jutaan. Nah, akankah masuk Indonesia? Kita tunggu saja ya!