27 Oct 2018

Sapu Upcycle termasuk salah satu booth yang wajib dikunjungi di Jakarta Custom Culture 2018. Sekilas ragam produk tas dan dompetnya biasa saja, namun jika diteliti lebih dalam lagi, produknya menggunakan limbah dari ban dalam truk dan terpal tenda.

Sapu Upcycle sendiri berawal dari komunitas pencinta lingkungan. Tahun 2006, komunitas ini menggunakan limbah plastik untuk menjadi tas atau dompet. Karena limbah plastik sudah banyak yang mengolah, “Baru tahun 2010, kami mencoba memanfaatkan limbah dari ban dalam truk dan terpal tenda,” kata Elvira, salah satu pemilik merek Sapu Upcycle.

Sapu Upcycle yang berasal dari kota Salatiga, Jawa Tengah mengaku mendapatkan bahan dari perusahaan transportasi di sekitar Semarang, “Dalam satu minggu, bisa ada 700 unit ban dalam truk dibuang,” kata Elvira lagi. Sedangkan bahan terpal tenda biasanya didapatkan dari limbah tenda tentara yang sudah tidak terpakai.

Produk dompet dan tas yang beragam ini, punya kisaran harga antara Rp 200 ribu hingga Rp 1,1 juta. Kombinasi antara limbah karet dan terpal yang tak terpakai ini menjadikan sebuah produk unik sesuai dengan konsepnya Upcycled atau repurposed.