15 Apr 2018

Purwokerto menjadi kota pembuka gelaran modifikasi BlackAuto Battle 2018, akhir pekan lalu. Kompetisi yang dilombakan meliputi modifikasi, performa mesin dan juga kontes audio.

BlackAuto Battle menjadi ajang adu kreasi dan inovasi terbaik, hasil karya anak bangsa yang diukur melalui tata cara yang fair, tepat dan tentunya akan menghasilkan sebuah karya car tuning terbaik.

Berbeda dengan kontes modifikasi lainnya, ajang ini memberikan metode penilaian yang ketat, terukur, dan dapat dipertanggung jawabkan karena berstandard internasional.

“Konsep kami adalah menciptakan even yang siap menampilkan karya-karya terbaik para modifikator andal di Indonesia dengan format kompetisi yang semakin menantang,” ujar Boy Prabowo, penyelenggara event BlackAuto Battle 2018, dalam keterangan tertulisnya, Jumat (13/4).

Selain Purwokerto, tahun ini empat kota besar telah dipilih sebagai kota pelaksanaan kontes. Diantaranya Makassar, Solo dan Surabaya sebagai tuan rumah Final Battle.

“Setelah absen di Purwokerto lebih dari 2 tahun, respon peserta di seri pertama ini luarbiasa. Ini dibuktikan dengan peserta yg datang dari luar kota seperti Jakarta, Bekasi, Tangerang, Bogor, Garut, Semarang, Jogja, Solo bahkan sampai Malang,” tambah Boy.

Di tahun ini, BlackAuto Battle melakukan improvisasi dengan menambahkan beberapa kategori tambahan. Ajang ini menggandeng asosiasi APACT (Asia Pacific Car Tuning) yang terdiri dari para juri profesional berpengalaman di bidangnya dan telah teruji dalam berbagai kompetisi tingkat nasional dan internasional.

Paling menarik adalah tampilnya BlackAuto Dyno Test dan Black Out Loud dalam satu arena. BlackAuto Dyno Test merupakan satu-satunya tantangan performa mesin yang telah dimulai sejak tahun 2007.

Kompetisi ini akan menguji keandalan performa mesin mobil peserta di atas mesin Dyno 4WD yang didatangkan khusus dari Mainline Dynolog, Australia. Sementara Black Out Loud merupakan ajang kontes audio berstandar internasional.

Kontes ini terbagi atas beberapa kelas seperti SPL, SQL dan SQ. Seperti tahun sebelumnya, Black Out Loud juga mendatangkan juri-juri dari luar negeri serta menggandeng USACi (United State Autosound Competition Internasional) yang merupakan asosiasi car audio asal Amerika.

Adapun pemenang dari seri pembuka ini yaitu Honda Civic FD garapan Ary, punggawa Galaxi Auto Concept Bandung. Mengusung aliran modifikasi street racing dengan ubahan di hampir seluruh bagian, mobil ini dipilih juri sebagai pemegang gelar tertinggi BAB 2018 Purwokerto.

Hamtaro Project, nama yang disematkan Ary untuk mobil garapannya itu. Dengan dominasi bodi berwarna merah berlabur airbrush dan karbon, mobil ini menggunakan sistem motorize di bagian kap mesin, tutup tangki bensin, bagasi dan bagian sunroof.

Sementara di sektor interior, dibuat layaknya kabin mobil balap dengan tambahan rollbar, jok Recaro, hingga setting audio yang menjadikannya terlihat mewah.

Saat membuka kap mesin, jangan berharap masih bisa melihat wujud mesin asli dari Honda Civic. Semua dibuang dan diganti mesin G-35 Series berkapasitas 3,5 L dilengkapi twin turbo. Sejumlah perangkat penunjang seperti volt meter, water pump dan water press juga hadir untuk memberikan sinyal saat terjadi gangguan di mesin.

“Mobil ini memang dibuat serius untuk mengikuti berbagai kontes. Hasilnya, mobil ini memang sudah meraih berbagai penghargaan kontes otomotif di berbagai wilayah di Indonesia,” tutup Ary.