21 Aug 2017

Sebuah Mercedes-Benz E-Class sejatinya memberikan kenyamanan dan kualitas berkendara premium, bahkan dalam wujud E-Class All-Terrain sekalipun. Namun ternyata desainer Juergen Eberle ingin E-Class bisa diajak menjelajah segala medan.

Insinyur desain Mercedes-Benz merombak E-Class All-Terrain menjadi sebuah estate off-roader gagah, melalui kreasi E-Class All-Terrain 4×4². Selama berbulan-bulan Erbele menggarap proyek ini, dengan mengambil inspirasi dari G500 4×4².

Proyek ambisius ini sukses menyulap E-Class All-Terrain menjadi mesin off-road, terlihat dengan mengadopsi velg, ban dan ground clearance yang membengkak. Dari ground clearance, tingginya meningkat lebih dari dua kali lipat menjadi 420 mm.

Velg palang lima 20 inci diambil dari milik R-Class dan dibalut dengan ban off-road berprofil 285/50 R20. Kesan tangguh didukung dengan pemasangan over fender berwana hitam, yang dibuat dengan mesin printer 3D.

Selain profil velg dan ban, tongkrongan jangkung mobil ini turut didukung oleh suspensi dengan bearing motorsport dari Uniball yang menggantikan bushing karet dan plastik dari standarnya. Di sector ini, Eberle mendapat bantuan dari AMG memodifikasi geometri driveshaft demi kemampuan off-road yang mumpuni.

Dari seluruh ubahan di atas, E-Class All-Terrain 4×4² mempertahankan mesin diesel empat silinder bertenaga 191 hp, dengan paduan transmisi 9G-tronic berikut sistem penggerak all-wheel drive.

Mengingat mobil ini adalah proyek ‘iseng’ dari Eberle, Mercedes tidak berencana untuk memasarkannya ke khalayak luas.

 

Sumber: dapurpacu