21 Aug 2017

JAKARTA, GANLOB.COM – Royal Riders Indonesia (RORI) turut memeriahkan HUT RI ke-72 dengan menggelar Parade Kemerdekaan pada Minggu kemarin (20/08/2017).

Dengan melibatkan lebih dari 100 anggota mereka se-Jakarta, komunitas penggemar motor Royal Enfield ini berpawai mengelilingi jalan-jalan protokol Indonesia. Dengan berpawai, Captain RORI Doddy Setty mengatakan bahwa iring-iringan motor tersebut merupakan bentuk persatuan dan cinta tanah air yang saat ini mulai pudar.

“Jakarta merupakan sebuah melting pot berkumpulnya berbagai elemen suku bangsa, agama dan ras, sehingga menjadi cerminan Indonesia sendiri. Melalui Parade Kemerdekaan, kami berupaya untuk mengingatkan masyarakat Jakarta akan rasa cinta tanah air yang memiliki nilai budaya yang luhur dan positif di dalamnya,” ungkap RORI-1 itu melalui keterangan resmi yang diperoleh pada Senin (21/08/2017).

Selain itu, Doddy mengajak kepada seluruh masyarakat agar tidak melupakan perjuangan para pahlawan yang telah mengantarkan Indonesia menuju gerbang kemerdekaan.

“Kami berharap agar masyarakat Jakarta yang melihat parade kami dapat mengingat kembali sejarah dan budaya Indonesia, bahkan mulai menggali lebih dalam akan nilai-nilai tersebut,” tambah Doddy.

Menariknya, kegiatan RORI bukan hanya terpusat di Jakarta saja. Di wilayah lainnya, para anggota Royal Riders Indonesia chapter Surabaya dan Denpasar juga melakukan hal yang serupa.

Selain itu, acara ini juga turut didukung oleh PT Distributor Motor Indonesia (DMI) selaku agen pemegang merek motor Royal Enfield di Indonesia.

“Tentunya kami tidak bisa berjalan sendiri dalam membangkitkan semangat nasionalisme di masyarakat Indonesia. Ini adalah tugas kita semua. Kami berterima kasih atas dukungan rekan-rekan East Java and Bali Chapter dan PT DMI yang turut berpartisipasi pada hari ini,” ucap Panitia Parade Kemerdekaan RORI Sutan Manurung.

“Ingat, bahwa sejumlah negara maju seperti Jepang dan Korea Selatan memiliki nasionalisme yang tinggi dan cinta akan budaya lokalnya. Indonesia sebagai bangsa yang kaya dengan sejarah, seni dan budaya harusnya bisa lebih menonjol sehingga kekayaan budaya tersebut bisa menjadi nilai jual yang tinggi bagi bangsa ini. Hal ini bisa terwujud apabila masyarakat cinta pada sejarah dan budayanya sendiri,” pungkasnya.