25 Aug 2017

Saat ini, Mercedes-Benz seri E-Class menjadi salah satu sedan termewah yang cukup mendapatkan tempat di hati para penggemarnya. Tapi sebelum populer seperti sekarang, bagaimanakah perjalanan ‘hidup’ sang leluhur?

Mulanya, pabrikan asal Jerman itu melansir tiga model berbasis W123 yaitu 240D, 280E, dan 300TD pada tahun 1976. Nah, varian inilah yang menjadi cikal bakal dari E-Class kelak. Menurut catatan Mercedes-Benz, varian W123 sedikitnya sudah memproduksi 2,7 juta unit dalam satu dekade.

Sementara itu, Autoweek menyebutkan bahwa debut global line-up varian W123 dilakukan di Sirkuit Paul Richard, Prancis. Laman yang sama juga mengatakan bahwa alasan langgengnya perjalanan W123 di pentas otomotif dunia adalah karena gaya yang tenang dan sederhana hasil evolusi sedan kompak W114/W115 yang dikombinasikan isyarat desain dari sedan W116.

Pada zamannya, perusahaan mobil yang berbasis di Stuttgart ini menciptakan varian W123 dengan segudang fitur terbaik pada zamannya yaitu suspensi depan double-wishbone, crumple zones, rem ABS, airbag, dan mesin ekonomis yang mengadopsi milik W114/W115. Generasi pertama W123 juga mendapat tambahan mesin enam silinder 2,5 liter dengan output 129 Tk.

Mercy kemudian menambah satu mesin lima silinder turbodiesel pada model 300D yang diperkenalkan pada 1978. Pada perkembangannya W123 juga diperkenalkan dalam tipe wagon atau estate dan coupe yang diproduksi pada pabrik di Bremen.

Varian W123 terus berevolusi menjadi sedan dengan wheelbase panjang yang digunakan sebagai limousine alternatif W116 dan W126 model S-Class. Sedan saloon W123 jadi favorit sebagai mobil kedutaan atau hotel mewah.

Tepat pada 1986 Mercedes-Benz menghentikan produksi varian W123 dan melanjutkan kiprahnya ke W124. W123 sukses mencatatkan sejarah sebagai salah satu varian mobil Mercedes-Benz yang paling banyak diproduksi dan tetap eksis hingga kini.