06 Jul 2017

Tak banyak pemilik mobil hot rod memakai tunggangan kesayangannya untuk dipakai harian. Mulai dari rasa sayang sampai tidak nyaman untuk sehari-hari mungkin menjadi salah satu alasannya.

Tidak demikian halnya dengan Ford F1 lansiran 1948 racikan Galih Laksono, builder kawakan dari bengkel G-Speed V8 Specialist. Pikap klasik tersebut dipermak tampilannya dengan aura hot rod yang kental.

Tapi jangan tertipu meski tampilannya klimis. Pasalnya dibalik bonnet pikap tua ini menyimpan jantung “iblis.” Meski lahir sebagai Ford, mesinnya kini berganti milik Chevrolet 350 small block berkapasitas 5.700 cc.

Hebatnya mesin Chevy tersebut masih di kustom lagi oleh Galih. Mulai dari blok mesin, kruk as, noken as, dan kepala silinder di ubah menurut perhitungannya agar sesuai dengan spesifikasi Indonesia.

“Saya kustom dengan perhitungan saya sendiri dan saya kirim ke GM Amerika untuk pengerjaannya. Hasilnya mesin enak banget. Mesin di atas 5.000 cc biasanya panas di Indonesia, ini engga, bisa buat dipakai sehari-hari,” katanya.

Selain mesin, Galih turut mengganti beberapa piranti supaya mobil enak dipakai harian. Mulai gardan khusus dari Ford berukuran sembilan inci, power steering Chevrolet, dan transmisi matik TH400 3-percepatan.

Khusus transmisi ini merupakan legenda di mobil Amerika. “Ini transmisi legend, perawatan mudah dipakai 20 tahun tidak kenapa-kenapa, tidak ada masalah,” katanya.

Mesin selesai baru kerjakan bodi selama 4 bulan. Waktu selama itu dihabiskan untuk mengembalikan pelat bodi ke bentuk semula, mengecat dan mengubah kaki-kaki supaya nyaman.

“Per daun bawaan saya ubah jadi coilover. Pelek saya ganti merek Showheel buatan Amerika yang memang terkenal untuk kontes. Ukuran lingkar depan-belakang 20 inci, tapi depan lebar tujuh inci, belakang delapan inci,” jelasnya.

 

Sumber : Dapurpacu.com